Saturday, 16 April 2011

CHANGEMAKERS TEACHERS


Masih tentang Changemakers School, saat Ashoka melakukan wawancara dan proses seleksi aplikasi untuk memilih 15 sekolah untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan sekolah pembaharu muda.

Ternyata ada kriteria utama dari seleksi ini, yaitu adanya komponen pendukung yang menjadi dasar infrastrutur pembaharu muda pada sekolah diantaranya adalah:

1. Changemakers Teachers-guru pendamping siswa dengan kriteria sebagai berikut:

  • Memiliki inisiatif sosial dan mengembangkan inovasi baik yang terkait metoda pembelajaran maupun kegiatan sosial lainnya,
  • Gigih dan konsisten dalam mengembangkan inovasinya,
  • Memiliki kemauan belajar yang tinggi,
  • Aktif mengikuti kegiatan di luar sekolah terutama kegiatan sosial
  • Dekat dengan siswa nya dan memberi kesempatan pada siswanya untuk bereksplorasi.
2. Kurikulum yang terintegrasi.

3. Dukungan sekolah secara administrasi dan kelembagaan.

Beruntung, SMP Negeri 11 Bandung mendapat kesempatan menjadi bagian kecil dari programnya Ashoka dalam Changemakers School. Ternyata menurut mereka, kami sudah termasuk kreterianya, coba lihat saja dalam profilnya Sekolah Pembaharu Muda ini:

Nia Kurniati, SMPN 11 Bandung
Ekskul KIR: Mengenal lingkungan sekitar, menjadi pembawa solusi dari masalah disekitar.

Melalui organisasi ekstrakurikuler KIR, bu Nia memfasilitasi para muridnya mengembangkan aktivitas sosial untuk menjawab permasalahan lingkungan di sekitarnya, beragam inovasi sosial diantaranya gerakan anti styrofoam yang mendorong para pedagang di kantin sekolah tidak menggunakan styrofoam, sosialisasi pengelolaan sampah terpadu oleh murid-murid pada masyarakat sekitar sekolah, sekolah tanpa asap rokok, hingga sgerakan Go To Zero Waste School berbasis partisipasi siswa yang dimotori oleh siswa-siswa SMPN.11 Bandung.

Beragam penghargaan untuk sekolah datang sebagai apresiasi terhadap sepak terjang bu Nia dan murid-muridnya, tidak terkecuali penghargaan bagi Amilia Agustin salah satu Young Changemakers Ashoka 2009 yang kemudian terus aktif mengembangkan kegiatan sosialnya dan mendapat penghargaan duta sanitasi dan SATU Indonesia Award. Himgga saat ini bu Nia dan SMPN 11 Bandung terus aktif memfasilitasi murid-murid untuk melahirkan inovasi sosial bagi sekolah dan masyarakat sosial.

Hmm....terharu dan tersanjung membacanya. Semoga tulisan ini dapat mengispirasi banyak guru-guru untuk terus berkarya menghasilkan yang terbaik dan teruslah belajar serta lakukan perubahan sekarang juga. Selengkapnya...

Monday, 11 April 2011

CHANGEMAKERS SCHOOL


Sekolah Pembaharu Muda: Institusi pendidikan baik sekolah maupun universitas memiliki potensi besar dalam mendorong kaum muda untuk melakukan perubahan. Data Ashoka menunjukkan bahwa 41% dari Young Changemakers memulai inisiatif sosial mereka dari aktivitas di kampus dan sekolah, sementara 57% Young Changemakers memfokuskan kelompok sasaran kegiatan sosial kepada anak muda di sekolah dan kampus.

Selain kuantitas murid dan mahasiswa (kaum muda) yang besar, institusi pendidikan memiliki sistem dan infastruktur (kurikulum pendidikan, guru/pendamping, kegiatan ekstrakurikuler, organisasi berbasis siswa, project, mata kuliah, dll) yang memastikan lebih banyak anak muda terfasilitasi untuk membuat perubahan sosial di masyarakat, secara berkelanjutan, dari tahun ke tahun. Mempertimbangkan besarnya potensi institusi pendidikan sebagai pencetak pembaharu muda, Ashoka menginisiasi gerakan Changemakers School and Campus.

Dapat dibayangkan ketika ribuan hingga jutaan anak muda terfasilitasi melalui sistem pendidikan yang mendukung baik dalam kurikulum pembelajaran dan beragam kesempatan dalam institusi pendidikan untuk membuat perubahan di masyarakat. Tentunya akan terjadi perubahan sosial massif berbasis kaum muda di seluruh Indonesia bahkan dunia.

Perkembangan gerakan sekolah pembaharu muda dimulai dari identifikasi sekolah yang telah mengembangkan pola pendampingan bagi anak muda untuk melakukan perubahan, yaitu SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik yeng telah menghasilkan 4 Young Changemakers dan SMP Negeri 11 Bandung yang aktif memfasilitasi anak muda untuk beraksi bagi masyarakat, Ashoka mulai memproduksi keunikkan pola-pola pendampingan dan membawa gerakan ke level perguruan tinggi.

SMP Negeri 11 Bandung yang telah menjadi bagian kecil dari Ashoka-Young Changemakers, mencoba berpartisipasi secara aktif dalam pengembangan sekolah pembaharu muda. Tercatat tahun 2011 ini, ada 5 tim yang sedang mengerjakan proyek besar dalam menyelesaikan masalah sosial di sekitar mereka.

Mereka adalah :
1. Muhammad Hendra Maulana Sambas, kelas VIII-2 memimpin proyek yang berjudul "Bersih Udaraku Tanpa Asap Rokok (Rusak Otakku Kempes Ongkosku Kematianmenantimu).
Hendra galau dengan kondisi lingkungan yang ada sekarang, hampir tidak ada ruang yang aman dan sehat untuk anak-anak. Ternyata salah satu penyebabnya adalah para orang tua yang telah melakukan gaya hidup tidak sehat. Lalu Hendra dan teman-temannya mencoba mengingatkan hal tersebut dengan cara yang sangat unik, membuat wayang kardus dengan tema "Dalada Asap Rokok"...lalu selanjutnya...Hendra dan tim terus berproses untuk menemukan solusi terbaiknya.

2. Ajeng Teguh Putri, kelas VIII-2 memimpin proyek yang berjudul "Klinik Pembelajaran di Rumah Sains" Proyek ini dibuat karena Ajeng memiliki rasa galau juga. Ia resah dan prihatin melihat sebagian besar teman-temannya tidak bisa memahami pelajaran IPA dengan baik, padahal menurutnya, IPA merupakan pelajaran yang sangat menyenangkan. Yang lebih membuat Ajeng prihatin adalah, teman-temannya tergolong kelompok yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti bimbel. Maka Ajeng dan tim mencoba mencarikan solusinya dengan membuatkan sistem bimbel gratis....lalu...Ajeng pun berproses seperti tim yang lainnya.

3. Arlian Puri, kelas VII-1 memimpin proyek LIHAT (Lingkunganku Sehat) Bumiku Tersenyum. Ia menjadi generasi penerus Amilia Agustin yang telah berhasil menjalankan program "Go To Zero Waste School" Program unggulannya adalah Zero Waste Event. Arlian resah karena setiap "kegiatan" apapun itu, selalu menyisakan sampah dimana-mana, tujuan akhir Arlian adalah "Go to Zero Waste Earth"...semoga lancar ya 'nak....

4. Devita, kelas VII-4. Iapun memimpin proyeknya "Anak Sehat Berawal dari Kantin Sehat" tujuan akhirnya adalah Mewujudkan Sekolah Sehat. Ia dan tim akan ber-kampanye tentang makanan dan kemasan sehat. Ada kampanye styrofoam, kampanye zat aditif dalam makanan, kampanye minum susu, kampanye makan sayur dan buah, dan banyak lagi program lain yang menarik. Sukses ya..'ade..

5.Dzikrifa kelas VII-1 (dari KIR) dan Detha kelas VIII-3 (dari Pramuka), mereka bersama-sama merancang program yang bernama "GSS For Earth" Gerakan Serba Sebelas untuk Bumi. Mimpi mereka adalah akan melakukan penanaman 11.000 pohon di 11 titik bermasalah di kota Bandung, pada tanggal 11 - 11 - 2011 jam 11.11 WIB oleh 11 tim dari 11 ekskul yang ada di SMPN.11. Bandung. Wah...kerennn...semoga mimpi kalian bisa terwujud yaa... Selengkapnya...

Sunday, 10 April 2011

PARTNERSHIP - A STRATEGIC COLLABORATION IN CULTIVATING YOUNG CHANGEMAKERS


KEMITRAAN ASHOKA. Ashoka meyakini semua orang pembawa perubahan, begitu pula dengan kaum muda. Inisiatif kaum muda memberi kontribusi yang sangat berarti. Namun hal tersebut perlu didukung sebuah sistem yang mendukung kaum muda muda mengambil inisiatif mengembangkan ide mereka demi membuat perubahan di masyarakat. Oleh karena itu, sejak tahun 2005 Ashoka mengembangkan program Young Changemakers dengan pendekatan utama youth social intrepreneurship.

Dengan menjalin kemitraan, lembaga mitra bersama dengan Ashoka memupuk jiwa perubahan sosial dan pembawa perubahan di dalam diri kaum muda melalui program Young Changemakers dengan memfasilitasi kaum muda untuk mengalami proses Dream It Do It Grow It, sebuah proses dimana kaum muda menemukan mimpi (visi perubahan), merencanakan kegiatan untuk memulai mimpinya, hingga menjalankan dan mengembangkan kegiatannya. Berbagai dukungan akan diberikan kepada lembaga mitra untuk memfasilitasi kaum muda yang didampinginya menjadi seorang pembaharu muda.

Kemitraan dibangun untuk memastikan adanya sistem, dimanapun kaum muda berkegiatan, yang memberi ruang kaum muda untuk mengembangkan diri sehingga mampu mengambil inisiatif dan mengorganisir diri, menjadikan mereka bagian dari solusi ketimbang masalah dalam masyarakat.

Ashoka meyakini kemitraan strategis dengan lembaga yang memiliki visi memberdayakan kaum muda, dapat melahirkan lebih banyak pembaharu muda dengan waktu relatif lebih cepat. Kemitraan kelembagaan dibangun berbasis pada prinsip kesetaraan dan memberi nilai tambah bagi masing-masing lembaga.

Ashoka dan SMP Negeri 11 Bandung telah menyepakati untuk bermitra bersama berinvestasi dalam gerakan pembaharu muda sosial, dengan melibatkan seluruh kaum muda dan jaringan terkait SMP Negeri 11 Bandung. Kesepakatan ini ditandatangani sejak 13 April 2010.

Ashoka menyadari bahwa semua pihak dapat terlibat aktif dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi kaum muda untuk melakukan perubahan sosial di masyarakat, tidak terkecuali kaum muda itu sendiri. Dengan semangat Everyone A Changemakers, melalui program Young Changemakers, Ashoka membangun infrastruktur pembaharu muda, dimana seluruh pihak dapat terlibat aktif membawa perubahan dan khususnya mendukung kaum muda untuk melakukan perubahan di masyarakat. Maka lahirlah gagasan tentang Sekolah Pembaharu Muda atau Changemakers School. Selengkapnya...